Angka Kasus Harian Covid

Dicky yang dulu juga terlibat menangani isu kesehatan global yaitu penanganan pandemi flu burung ini menyatakan angka kematian yang tinggi merupakan indikator legitimate untuk melihat tingkat keparahan pandemi suatu negara. [newline]Kemudian, pekan lalu, Bima Arya meningkatkan lagi agar rumah sakit dapat meningkatkan ketersediaan tempat tidur untuk pasien COVID-19 mencapai 45 persen dari kapastitas tempat tidur di rumah setiap rumah sakit. Langkah-langkah tersebut antara lain dengan terus meningkatkan ketersediaan tempat tidur bagi pasien positif COVID-19 di rumah sakit maupun di pusat isolasi COVID-19. Bahkan, Bima Arya juga menggagas aktivasi rumah isolasi COVID-19 berbasis pemukiman. Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo bersyukur karena kasus positif Covid-19 harian nasional terus mengalami penurunan.

Kasus harian covid sudah  menurun

Di sisi lain, meski penambahan kasus harian menurun, bed occupation price juga menurun, dan positivity rate menunjukkan tren penurunan, Jokowi tetap memutuskan memperpanjang Pemberlakuan Penerapan Kegiatan Masyarakat Level four. “Untuk ini Provinsi akan membantu proses percepatan vaksinasi di 9 Kabupaten/Kota. Sehingga kondisi di bebrapa wilayah yang masih Kuning bisa segera jadi hijau,”katanya. Untuk ini kita telah menarik sebagian tenaga kesehatan yang sebelumnya kita perbantukan di RS Rujukan Covid 19 di RS Unud untuk memperkuat Tim Vaksinasi, karena jumlah pasien covid 19 yang dirawat juga sudah jauh menurun. Menurut Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof. Wiku Adisasmito, jika dilihat pada persen kasus aktif, terlihat mulai mengalami penurunan selama 3 hari terakhir.

Menurut Oki, tingginya jumlah kasus baru pasien Covid-19 di Bantul lebih dikarenakan masifnya testing. Selain itu, lanjut dia, tracing telah dilakukan dengan baik, sehingga setiap kontak erat dari pasien juga dapat terdeteksi dan diperiksa. “Terakhir, sebagai upaya mencapai herd immunity, diharapkan jumlah orang yang telah divaksin bisa mencapai di atas 70%,” ujarnya. “Alhamdulillah yang kami lihat sekarang puncaknya itu kena di 57 ribu dan kita sudah mulai melihat penurunan,” ungkap Budi dalam keterangan pers yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Senin (2/8).

Penurunan kasus, kata Dicky disebabkan jumlah testing di Indonesia masih fluktuatif dan belum memenuhi standar WHO. “Ini terjadi di India. Lihat saja angka kasus Covid-19 di sana. Turun dari one hundred ribu kasus per hari menjadi hanya eleven ribu,” imbuhnya. “Kesadaran memakai masker sudah terbentuk. Termasuk didalam ruangan. Itu amat membantu menurunkan kasus baru Covid-19,” jelas Prof Zubairi. Beliau adalah Ibu Dewi Nur Aisyah, yang mengatakan “Terjadi penurunan kasus aktif COVID-19 di empat provinsi yang melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 di Jawa dan Bali.”

Jokowi, kata sang menteri, sudah sepakat untuk memperpanjang masa PPKM Darurat. “Itu yang saya harapkan dari presiden, ternyata tidak. Yang dipilih hanya kasus yang menurun, enggak dicari tahu kenapa itu kasus bisa menurun, seolah-olah itu hasil dari PPKM,” ujarnya. Kedua, keterlambatan enter data spesimen dari laboratorium yang melakukan pemeriksaan ke sistem information Kementerian Kesehatan. “Jadi dari 29,seventy one persen , naik jadi 30,07 persen, dan terakhir hari Minggu 30,fifty five persen. Nah jadi artinya masih terus meningkat ,” jelas Windhu.

Menurut Prof Wiku, kasus positif yang turun dan kesembuhan yang meningkat harus diikuti dengan kematian yang turun pula. Selain itu, zonasi risiko tingkat kabupaten/kota saat ini menunjukkan perkembangan ke arah yang kurang baik. Saat ini Kabupaten/kota dengan zona risiko tinggi menjadi yang terbanyak sepanjang pandemi, yaitu 180 Kabupaten/kota. Pemeriksaan Covid-19 dilakukan dengan tes swab polymerase chain response , tes cepat molekuler , dan rapid antigen.

Pandu mengatakan, Presiden Joko Widodo seharusnya mempertanyakan mengapa jumlah testing Covid-19 menurun dalam beberapa hari terakhir. Sebab, kata dia, data itu akan dijadikan acuan untuk mengambil kebijakan dalam penanganan pandemi. Jika positivity price mingguan berada di atas 25 persen, maka testing harus dilakukan kepada 15 per 1.000 penduduk per minggu. Sementara jika positivity price mingguan berada di atas 5 persen dan kurang dari 15 persen, maka testing harus dilakukan kepada 5 per 1.000 penduduk per minggu. Kemudian bila positivity price mingguan di atas 15 persen dan kurang dari 25 persen, maka testing harus dilakukan kepada 10 per 1.000 penduduk per minggu. Dalam Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat di Wilayah Jawa dan Bali, testing perlu ditingkatkan sesuai dengan tingkat positivity fee mingguan.

Ia mengatakan skenario terburuk untuk penanganan pandemi dirancang hingga 70 ribu kasus COVID-19. Tapi, dilihat dari sebulan terakhir, puncaknya itu di 57 ribuan dan saat ini sudah mulai melihat penurunan. “Skenario terburuk yang kami perkirakan 70 ribu kasus per hari, kita bersyukur puncaknya itu fifty PRAGMATIC PLAY seven ribu per hari. Itu dengan peningkatan testing luar biasa, yang tadinya ribu tes, sekarang sudah 200 ribu tes, malah spesimen sudah hampir 300 ribu per hari,” ungkapnya.

Davon